TIME

Selasa, 26 Maret 2019

cp 6 undhira bali


MENJINAKKAN DUNIA DIGITAL, MEMANUSIAWIKAN MANUSIA
I.                   Internet sebagai conditio humana
komunikasi melalui internet bukan lagi sekunder bagi banyak orang, melainkan telah menjadi komunikasi primer. Semua perkembangan ini membuat internet telah menjadi -- dengan meminjam ungkapan filsuf Jerman, Martin Heidegger -- cara mengada manusia itu sendiri (mode of being). Sebagai manusia kita tidak lagi menggunakan internet, melainkan telah menginternet: kita ada dalam dan melalui internet; ia menjadi kondisi kemanusiaan (conditio humana) kita. Internet itu bukan lagi perangkat yang terpisah dari keberadaan kita, melainkan ia telah menjadi instrumen yang memungkinkan kita mengada sebagai manusia. Tanpa internet kita (merasa) tidak ada, tidak eksis, artinya, seakan-akan lumpuh, kurang manusiawi.
Fenomena dunia digital ini tentu saja memberikan banyak sumbangan positif bagi peradaban umat manusia. Karakter yang menonjol dari kehidupan yang serba digital ini adalah bahwa secara teknis hidup manusia menjadi semakin mudah. banyak kegiatan yang dapat kita lakukan atau kita selesaikan dengan sangat mudah karena kita cukup menggerakkan jari-jari tangan untuk menekan keypad perangkat elektronik kita. Namun, sebagaimana dalam berbagai bidang kehidupan lainnya, kemudahan tidak selalu bermakna positif dan tidak selalu menghasilkan sesuatu yang positif. Kemudahan teknologis hanya menjelaskan proses atau prosedur sederhana atau gampang dalam melakukan sesuatu. Apa yang dilakukan dan terutama apa dampak kemudahan itu, justru sering tidak positif. Dari refleksi filosofis atas fenomena dunia digital ini sudah seharusnya memang tidak hanya melihat dampak positif yang dihasilkannya, melainkan juga dampak negatif yang terkandung di dalamnya atau yang diimplikasikannya.

II.                Sejumlah Pertanyaan
Refleksi kritis atas fenomena intensifikasi penggunaan perangkat digital ini sangat penting karena dunia digital telah sedemikian jauh mempengaruhi bahkan menentukan kehidupan kita. Kalau kita memperhatikan bagaimana hubungan internet dan manusia dewasa ini, maka tidak berlebihan mengatakan bahwa bukan kita lagi yang menggunakan dan mengarahkan internet, melainkan internet yang mengarahkan dan menentukan kita. Kita seakanakan terserap olehnya. Kita menghabiskan waktu berjam-jam di dalamnya. Internet mengkonsumsi kita, dan bukan sebaliknya. Mengapa demikian? Karena kita menyesuaikan diri ke padanya, kepada framework-nya. Lihatlah perubahan gaya hidup yang terjadi berkat facebook, misalnya.
Bayangkanlah berapa banyak waktu yang dihabiskan oleh ratusan juta pemilik account facebook untuk chatting atau sekadar surfing di sana. Berapa banyak informasi, yang berguna maupun tidak berguna (hoax) bersileweran di sana, dan bagaimana semua itu mempengaruhi banyak orang. Banyak kejadian fenomenal di dunia terjadi karena dengan dukungan internet. Kita tergantung kepadanya. Kita bahkan bisa mengatakan bahwa internet telah menjadi subjek universal yang mempengaruhi umat manusia. Dalam dunia digital dewasa ini, internet itu bukan lagi sekadar sebuah konstelasi teknologis yang terbentuk dari jaringan antarkomputer, melainkan telah menjadi subjek maha raksasa yang mempengaruhi dan menentukan (gaya) hidup kita dengan cara yang sangat mendasar.
Sebagai Imago Dei (Citra Allah), yang diperlengkapi dengan akal budi, manusia seharusnya mampu mengarahkan dan menentukan perkembangan dunia digital; bukan dunia digital dengan logika perkembangannya yang non-manusiawi itu yang menentukan arah perkembangan umat manusia, melainkan sebaliknya. Hanya kalau manusia yang secara aktif menentukan arah dan dinamika perkembangan teknologis maka teknologi itu dapat membuat manusia lebih manusiawi.

III.             Internet dan dehumanisasi
Teknologi itu tidak pernah netral. Teknologi mengubah lingkungan dan cara hidup kita, dan dengan demikian mengubah kita juga. Di atas kita telah melihat sejumlah contoh perubahan yang terjadi karena internet. Artinya, secara langsung atau tidak langsung, teknologi mengubah kita. Itu membuktikan bahwa dia tidak netral. Martin Heidegger, filsuf Jerman yang merefleksikan hakikat teknik dengan sangat mendalam dan menyebutnya sebagai puncak metafisika, tampaknya benar ketika dia mengkritik mitos keliru mengenai kebebasan dan otonomi kita di hadapan teknologi modern.
Perkembangan teknologi dalam dunia digital sekarang sesungguhnya telah merampas atau mendangkalkan kemanusiaan kita. Namun, perlu segera ditekankan, ini bukan sebuah sikap antipati terhadap teknologi. Tidak setiap bentuk teknologi dengan sendirinya membuat kemanusiaan kita menjadi rendah. Banyak kemajuan teknologi yang justru positif dan mengembangkan kemanusiaan kita. Teknologi medis, pertanian atau transportasi, misalnya. Namun, perkembangan teknologi dalam dunia digital sekarang menimbulkan kekuatiran bagi banyak pihak karena dia justru dalam banyak hal telah membuat kita menjadi kurang manusiawi, atau kemanusiaan kita menjadi rendah. Teknologi yang seharusnya memanusiawikan itu justru kenyataannya merendahkan kemanusiaan. Dekadensi kemanusiaan ini ini terjadi baik pada level ontologis, kognitif, afektif dan motorik.
Digitalisasi adalah sekaligus denaturalisasi manusia, proses ketercerabutan kita dari alam. Kita semakin sedikit bersentuhan dengan alam empiris-fisik. Sebagai denaturalisasi, digitalisasi membuat kita semakin jarang dan sulit meng-alami sesuatu. Artinya, kita mengalami sesuatu, tapi sebenarnya tidak sungguh-sungguh mengalami. Dengan kata lain, kita hidup dalam kedangkalan, banalitas. Kita bersahabat dengan orang lain di internet, tapi itu adalah persahabatan virtual, karena kita sesungguhnya tidak pernah sungguh-sungguh bersahabat dengan oryang yang kita sebut sahabat itu. Di internet kita bisa merasa dekat dengan orang yang jauh secara spasial. Jauh dan dekat kemudian menjadi sangat relatif. Teknologi digital telah membuat kita tidak dapat lagi mengalami apa itu kedekatan. Mungkin bisa di katakan, relasi kita di internet membuat kita dapat berada dalam kedekatan dan kejauhan dengan semua hal. Itu karena internet mencerabut kita dari ruang fisik spasial; dunia virtual adalah dunia tidak beruang secara spasial.
Prinsip kecepatan yang dijunjung tinggi dalam teknologi digital membuat kita tidak pernah sungguh-sungguh dapat mengalami sesuatu dengan mendalam. Segala sesuatu, ya iklan, gambar, tulisan atau berita berlalu dengan cepat, digantikan oleh gambar atau berita yang lain. Dan oleh karena itulah kita selalu merasa tidak pernah dipuaskan. Sebagai manusia, kita hanya bisa merasa puas kalau kita memiliki kesempatan untuk mengalami sesuatu dengan sungguh-sungguh. Iklan, berbagai bentuk hiburan, benda-benda konsumtif yang diperjual-belikan dan informasi semua itu berlalu dengan kecepatan tinggi, tidak memberi ruang dan waktu bagi kita untuk menghayatinya, mengalaminya, dan itulah yang menyebabkan mengapa orang-orang dalam dunia digital seakanakan dahaga dan resah untuk selalu mencari yang baru.
Secara kognitif, perkembangan teknologi digital juga membuat kita semakin merosot. Penelitian memperlihatkan bahwa kemajuan teknologi digital telah menyebabkan kemampuan kita untuk menggunakan pikiran merosot jauh. Orang-orang zaman dulu, misalnya generasi orang tua kita, umumnya mampu mengingat sampai 10 nomor telepon, tapi orang sekarang paling hanya mampu mengingat dua atau tiga nomor telepon. Karena kemampuan mengingat merosot, maka orang sekarang sedemikian tergantung. Kita bisa saja membela diri dengan mengatakan bahwa teknologi memang telah membuat hidup kita sekarang menjadi lebih mudah. Itu benar, namun masalahnya adalah bahwa perkembangan teknologi telah membuat kita semakin tidak mandiri sebagai manusia. Kita semakin tergantung pada teknologi itu berarti, kita tidak bebas dalam berhadapan dengan teknologi.
Sebagaimana telah dikemukakan di atas, kita akhirnya ditentukan oleh teknologi, bukan kita lagi yang menentukannya. Gejala negatif lainnya yang diakibatkan teknologi adalah kemampuan kita untuk konsentrasi pada sebuah tema tertentu merosot. Kita menjadi manusia yang cepat bosan, tidak mampu lagi menekuni sesuatu dalam waktu lama. Sebentar-sebentar kita merasa tergoda untuk menengok ke handphone kita untuk melihat apakah ada sesuatu yang baru di sana, entah dalam WA atau SMS. Kemampuan manusia sekarang untuk memahami persoalan atau kalimat yang agak panjang dan kompleks juga merosot. Itu karena kita sudah terbiasa membaca kalimat-kalimat sederhana dan pendek-pendek dalam perangkat digital

IV.             Penjungkir-balikan Nilai-nilai
Satu dampak negatif yang sangat nyata terlihat dalam perkembangan komunikasi digital dewasa ini adalah terjadinya perubahan besar dalam nilai. Nilai adalah sesuatu yang berharga, yang dijunjung tinggi oleh sebuah komunitas. Nilai itu bersifat normatif karena ia menentukan bagaimana kita bersikap dan bertindak. Nilai juga dapat berperan sebagai norma pengikat masyarakat. Masyarakat juga dapat didefinisikan dari segi nilai. Apa yang disebut dengan masyarakat sebenarnya adalah sekelompok manusia yang menganut dan diikat oleh nilai (dasar) bersama. Keindonesiaan, misalnya, adalah sebuah nilai karena keindonesiaan itu bersifat normatif sebab ia menentukan cara kita bersikap dan bertindak, misalnya, bahwa sebagai orang Indonesia kita umumnya bersikap ramah dan toleran (betapapun sekarang orang mungkin sinis terhadap nilai keramahan dan toleransi tersebut.
Komunikasi dalam dunia digital telah mengakibatkan jungkir-baliknya nilai-nilai seperti sopansantun, privasi, kekeluargaan, persahabatan, pengetahuan, keahlian, hak asasi dan martabat manusia, dan lain-lain. Kalau kita mengamati isi komentar atau postingan orang-orang di media sosial, misalnya, kita dengan mudah melihat atau membaca di sana perilaku atau pernyataan yang sungguh bertentangan dengan nilai-nilai yang secara sosial dijunjung tinggi oleh masyarakat kita. Orang misalnya dengan mudah menuliskan kata-kata kotor dan jorok dalam diskusi di media sosial. Orang tidak enggan lagi mengucapkan kata-kata kasar bahkan bernada penghinaan kepada mitrabicaranya. Anak-anak muda tanpa rasa malu memposting foto-foto vulgar mereka di account sosial media mereka. Orang tidak malu atau sungkan lagi mengumbar masalah pribadi atau masalah keluarga di sana. Begitu sering kita membaca atau melihat gambar yang diskriminatif atau merendahkan orang lain. Orang juga tidak malu, bahkan termasuk para politisi ternama, untuk tetap keras kepala mempertahankan pendapat mereka yang tidak masuk akal dan bertentangan dengan akal sehat.
Ujaran-ujaran kebencian sangat marak di media sosial kita. Kita juga melihat perilaku yang sangat mengutamakan kesuksesan material. Dalam diskusi, orang tidak lagi menghargai pengetahuan dan keahlian. Setiap orang seakan-akan merasa tahu, dan dengan bermodalkan sikap keras kepala dan percaya diri yang berlebihan, berani membantah orang yang sudah jelas jelas ahli dalam bidang yang sedang dibicarakan.Demokratisasi yang kebablasan dalam media-media sosial telah mengakibatkan bahwa di sana tidak ada lagi yang disebut dengan keahlian.10 Fenomena hoax yang begitu mengkuatirkan di masyarakat kita barangkali dapat dilihat sebagai puncak penjungkir-balikan nilai-nilai ini.

V.                Perlunya Etika Komunikasi Digital
Semua perkembangan baru yang mengkuatirkan ini telah mendorong para ahli dan orang-orang yang memiliki komitmen untuk pengembangan dunia digital yang sehat untuk merumuskan sebuah etika bagi komunikasi dunia digital. Komunikasi pada dunia digital membutuhkan etika khusus, yang berbeda dari komunikasi real karena komunikasi digital umumnya berlangsung dalam anonimitas. Orang-orang yang berkomunikasi tidak saling berhadapan secara empiris, bahkan juga tidak saling mengenal. Dan anonimitas selalu cenderung mengakibatkan irresponsibilitas (ketiadaan tangung jawab atas tindakan).
Ini sama dengan para pengendara di jalan raya yang tidak saling mengenal (anonim) lalu bersikap saling serobot, tidak mau kalah, namun ketika dalam kondisi saling serobot itu mereka membuka kaca kendaraan mereka dan ternyata saling mengenal, mereka langsung saling sopan dan mempersilakan satu sama lain. Respek terhadap etika menjadi sangat rendah di dunia digital justru karena anonimitas itu. Dengan mudah kita dapat membayangkan: dalam komunikasi real empiris, orang tidak akan berani mengatakan kepada mitra bicaranya apa yang dengan gagah berani dikatakannya dalam komunikasi digital. Oleh karena itu, komunikasi digital membutuhkan etika khusus, dan etika tersebut mesti dirumuskan dengan bertolak dari konsepsi manusia yang bermartabat. Etika tersebut mesti dapat berperan sebagai orientasi yang bersifat normatif dalam dunia yang telah terdigitalisasi.

VI.             10 PERINTAH DALAM ETIKA KOMUNIKASI DIGITAL
1.      Jangan mengekspos dirimu telalu banyak.
2.      Waspadalah dan tolak bila engkau diawasi dan data-data dirimu disimpan
3.      Jangan mempercayai segala sesuatu yang engkau lihat dan baca secara online dan usahakan mencari sumber-sumber informasi alternatif.
4.      Jangan pernah toleran terhadap perundungan (bullying) dan perilaku kebencian
5.      Hargailah martabat orang lain dan ingat bahwa aturan juga berlaku dalam dunia digital.
6.      Jangan mempercayai orang lain yang hanya berkomunikasi denganmu secara online
7.      Lindungi dirimu dan diri orang lain dari hal-hal yang bersifat ekstrim
8.      Jangan menilai dirimu dari jumlah likes dan postingan.
9.      Jangan mengukur dirimu dan tubuhmu dari angka-angka dan statistik
10.  Sesekali matikanlah perangkat digitalmu dan keluarlah ke dunia nyata.


www.undhirabali.ac.id

Senin, 25 Maret 2019

CP5 E-COMMERCE UNIVERSITAS DHYANA PURA


5 PERUSAHAAN BESAR YANG MENGGUNAKAN E-COMMERCE

1.     Blibli.com


                  Tidak sekadar berjualan, situs ini menawarkan jasa informasi bisnis, interaksi pengguna, hingga iklan. Hingga saat ini, udah tercatat 200 pedagang atau merchant yang sudah bergabung di blibli.com. Beberapa di antaranya merk terkenal, seperti toko ponsel Erafone, gerai motor dan apparel Harley Davidson, distro Surfer Girl, dan Batik Danarhadi. Untuk metode pembayarannya, blibli.com hanya menerima kartu kredit dari dua bank, yakni Bank Central Asia dan Bank Mandiri. Pengiriman barang dilakukan oleh beberapa perusahaan logistik, seperti NCS, RPX, dan JNE

Kekuatan
      Berikut adalah kelebihan dan kekurangan jual beli online melalui blibli.com :

  1.     Tak sekadar berjualan, situs ini menawarkan jasa informasi bisnis, interaksi pengguna, hingga iklan.
  2.      Situs Online Shopping ini, telah memakai sistem keamanan yang sudah mendapat sertifikasi dari VeriSign (merupakan sistem standar keamanan transaksi online di dunia, serta mitra perbankan yang terpercaya diseluruh dunia).
  3.      Situs Blibli.com ini memposisikan dirinya sebagai social e-commerce, yang mengusung tagline “assisting customer assisting customer”, Yang artinya adalah Situs  Blibli.com membantu si pelanggan agar pelanggan tersebut dapat membantu pelanggan lainnya.
  4.   Situs Blibli.com ingin menempatkan dirinya sebagai sahabat bagi para pelanggan yang memberikan saran-saran terbaik dari para member yang dianggap oleh Situs Blibli.com ini dengan sebutan “friends”.
  5.    Sebagai online mall, Blibli.com juga mencoba menawarkan berbagai kemudahan bagi para pelanggan.
  6.    Dalam proses pembelian dan pembayaran, pelanggan juga selalu diberi kesempatan untuk mengonfirmasi kembali keputusannya untuk membeli. Kemudian ketika barang sedang kosong atau habis (out of stock), akan ada informasi kapan stok barang datang lagi. Dengan demikian pelanggan tidak putus asa dan berpindah ke “toko sebelah”.

Kelemahan
            Untuk metode pembayarannya, blibli.com hanya menerima kartu kredit dari dua bank, yakni Bank Central Asia dan Bank Mandiri.

Peluang
E-commerce tumbuh dan berkembang dibanyak belahan dunia. Asia dan Pasifik juga sepertiga dari negara-negara berkembang sudah banyak yang menggunakan internet. Jumlah pengguna internet juga terus tumbuh. Sebagian besar pertumbuhan ini berasal dari Asia, Amerika latin dan belahan Eropa. Oleh karena itu e-commerce sangat menguntungkan toko-toko online yang sudah menjamur di Indonesia ini, contohnya blibli.com

Ancaman
Rendahnya hambatan masuk antar negara-negara akan menyebabkan banyak pesaing-pesaing di perusahaan internet. Banyak muncul perusahaan-perusahaan internet didunia ketiga (negara berkembang) akan menyebabkan banyak menimbulkan pesaing-pesaing. Pesing terbesar yang ada di dunia internet adalah Wall mart yang merupakan perintel terbesar di dunia.
Tokobagus sendiri merupakan pesaing bagi blibli.com, Tokobagus ini merupakan sebuah situs dimana perusahaan dan perorangan dapat menjual dan membeli produk maupun jasa. Tokobagus juga merupakan search engine friendly, yang berarti tidak hanya  pengunjung dari Tokobagus yang akan menemukan iklan anda tetapi juga orang-orang yang mencari produk atau jasa dengan menggunakan search engine seperti Google juga akan menemukan iklan-iklan anda. Karena strategi yang kuat dan media publikasi yang besar kini Tokobagus telah mempunyai lebih dari 100.000 pengunjung setiap hari.


2.     PT.Telkom Indonesia

Penyedia layanan e-Commerce di Indonesia baru mencapai 3% meski pengguna Internet diperkirakan telah mencapai sebanyak 31 juta orang dan 159 juta orang lainnya Internet berbasis nirkabel. Dengan masih sedikitnya pemain di e-Commerce maka portal e-Commerce Plasa.Com yang dikelola anak usaha Telkom PT Metranet diharapkan dapat turut menggairahkan e-commerce di Tanah Air.
Portal e-commerce Plasa.com yang dikelola oleh anak perusahaan Telkom PT Metranet fokus pada penyelenggaraan tiga layanan, yaitu e-Commerce, Content dan Communication.

Kelemahan
 Kita tahu pada dasarnya electronic commerce (e-commerce) adalah sarana pemasaran yang menggunakan media elektronik (internet), jadi hal yang sangat kita butuhkan adalah layanan dan akses internet. Keterbatasan akses internet akan menghambat perkembangan e-commerce, hal yang dulu mengakibatkan terabainya e-commerce, namun sekarang kita dapat merasakan efek perkembangan internet di Indonesia, akses internet semakin murah dan cepat, ini terjadi karena persaingan antar provider, dan justru hal inilah yang akan meningkatkan jumlah pengguna internet.

 Kekuatan
Portal e-commerce Plasa.com yang dikelola oleh anak perusahaan Telkom PT Metranet fokus pada penyelenggaraan tiga layanan, yaitu e-Commerce, Content dan Communication. Portel itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar, mengembangkan UKM (Usaha Kecil Menengah) dalam negeri serta meningkatkan enterpreneurship melalui penyediaan platfomonline.
Dalam menyediakan layanan konten, Plasa.com mengembangkan platform sebagai penghimpun konten (content agregator) serta memungkinkan pelanggan menikmati beragam konten, termasuk konten hiburan.

Peluang
a)      Electronic commerce memungkinkan orang di negara-negara Dunia ketiga dan wilayah pedesan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa EC. Ini juga termasuk peluang untuk belajar berprofesi serta mendapatkan gelar akademik.
b)       Perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan diseluruh dunia. Oleh karena itu dengan memperluas bisnis mereka, sama saja dengan meningkatkan keuntungan.

Ancaman
permasalahan dan penghambat perkembangan e-commerce di Indonesia adalah kebiasaan, masyarakat kita belum terbiasa untuk melakukan transaksi di dunia maya. Masalah selanjutnya adalah dari sekian banyak pengguna internet di Indonesia kemungkinan masih banyak yang belum pernah bertransaksi melalui internet karena belum percaya akan keamanan transaksi. Apalagi dengan sering terjadinya penipuan di dunia nyata. Selanjutnya masalah dari belum jelasnya hukum di dunia digital, seperti bagaimana itu uang digital, tanda tangan digital dan bagaimana hukum yang berlaku jika terjadi kejahatan.

3.     Perusahaan Carefour

 Kita bisa mengambil contoh penerapan e-commerce ini pada perusahaan ritel yaitu Carefour, bagaimana Carefour ikut memanfaatkan internet untuk mendukung kegiatan bisnis mereka. Carefour memiliki web pribadi yang berisi tentang perusahaan mereka dan juga data-data atau produk apa yang mereka tawarkan serta adanya informasi-informasi seperti diskon atau promo-promo lainnya, disamping itu juga Carefour menyiapkan pelayanan pesan antar bagi para pelanggannya untuk mengakses atau berbelanja via online. Sistem pembayaran yang Carefour tawarkan dengan e-commerce hampir sama dengan pada umumnya yaitu menggunakan credit card dan dengan keamanan yang terjaga dan aman dari tindakan criminal.

Kelebihan :
1)      Pemimpin pasar( Market Leader)
2)      Keberanian untuk memasukan pasar  yang disuport oleh partner joint venture
3)      Kualitas toko yang tinggi dengan didasarkan pada basis pelanggan yang cukup besar
4)      Bisnis retail terbesar kedua di dunia dan bisnis retail terbanyak secara international
5)      Merk yang kuat diberbagai segmen pasar
6)      Pemimpin dunia didalam bisnis hypermarket
7)      Perkembangan e-commerce yang menjadi trend saat ini

Kelemahan  :
1)    Permintaan yang besar tergantung pada pasar
2)  Kurang memperhatikan aspek etika bisnis yang telah ditetapkan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha)


Peluang :
1)      Memperluas area produk dan pelayanan melalui diperluasnya area layanan produk
2)  Pertumbuhan penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan mengkonsumsi barang secara instant

Ancaman :
1.        Yang ancaman pasarnya tidak dapat mendukung lebih banyak outlet
2.        Krisis ekonomi global menyebabkan penurunan transaksi perdagangan
3.   Tidak diketahuinya pajak yang ditetapkan oleh tiap barang karena pajak dibebankan kepada perusahaan.
4.        Kerugian kompetitif yang diakibatkan oleh munculnya berbagai macam retail-retail bar

4.     Gramedia Online

Gramedia merupakan salah satu toko buku terbesar di Indonesia. Sekarang melayani penjualan buku dengan cara e-commerce (secara online). Kategori yang ditawarkan secara online juga beragam, fiksi, nonfiksi, buku anak-anak, buku masak dll. Bisnis penjualan buku secara online ini sepertinya akan menjadi bisnis yang menjanjikan di masa mendatang. Mengingat besarnya jumlah penduduk dan semakin banyaknya pengguna internet di Indonesia. Didukung dengan infrastruktur internet yang semakin baik dari waktu ke waktu.Memang pada umumnya masyarakat Indonesia masih ingin melihat dan memegang barang sebelum membelinya. Tetapi memang diperlukan waktu agar mereka terbiasa dengan pembelian buku secara online. Sepertinya nantinya masyarakat akan terbiasa dengan melakukan transaksi secara online seperti ini.
Kalau di lihat dari sudut pandang gramedia, maka mereka melakukan sell side e-commerce. Letak e-commerce yang dilakukan pada perusahaan mereka sendiri. Menurut saya penjualan buku online yang dilakukan gramedia ini ber tipe Business to Consumer (B2C). Mereka seharusnya tidak akan melakukan penjualan buku B2B secara online. Karena seperti yang kita ketahui mereka juga merupakan salah satu distributor terbesar yang ada di Indonesia.
Mengapa e-commerce diperlukan di gramedia? Karena dengan menerapkan e-commerce, maka mereka dapat mengurangi cost yang dipakai untuk toko gramedia, terutama pegawai dan luas wilayah yang dibutuhkan. Mereka juga dapat meningkatkan penjualan, karena lebih mudah dalam pemesanan.
Pembelanjaan secara online mempermudah mereka yang tidak mempunyai waktu. Pencarian yang dilakukan juga terkadang lebih mudah, customer juga tidak akan membuang effort yang banyak jika ternyata buku yang dicari tidak tersedia. Karena mereka cukup melakukan pencarian secara online. Bayangkan jika mereka harus mendatangi toko gramedia terdekat untuk mencari buku tertentu, dan ternyata buku tersebut out of stock.`

Kelebihan :
Kekuatan meliputi kemampuan internal, sumber daya, dan faktor situasional positif yang dapat membantu perusahaan melayani pelanggannya dan mencapai tujuannya (Kotler & Armstrong, 2008:64). Kekuatan Gramedia yang pertama terletak pada kelengkapan produk yang tersedia, dengan menyediakan produk yang beragam dan berkualitas maka Gramedia dapat memenuhi kebutuhan para konsumen. Sehingga diharapkan kebutuhan konsumen yang beragam dapat terpenuhi ketika mereka berbelanja di Gramedia
Selain itu Gramedia juga berusaha menawarkan harga yang bersaing demi kepuasan para konsumen, frekuensi pemberian diskon juga menjadi salah satu kekuatan, sebab tidak dapat dipungkiri bahwa diskon menjadi daya tarik tersendiri. 
Selanjutnya yang menjadi kekuatan utama bagi Gramedia adalah citra merek dan reputasi yang sangat baik, menurut Damanik (2010) hal ini dibuktikan dengan gelar Top Brand Award 2010 yang berhasil dipertahankan oleh Gramedia Bookstore. Acara yang diselenggarakan oleh Majalah Marketing dan Frontier Consulting Group tersebut menobatkan Gramedia Bookstore sebagai toko buku paling dikenal oleh publik, dengan Top Brand Index (TBI) sebesar 78,1. Berdasarkan index tersebut, merek Gramedia memang begitu lekat di hati masyarakat sehingga sekitar 78,1% dari 2.400 responden di enam kota besar di Indonesia memilih Gramedia sebagai merek paling top. Merek Gramedia menempati top of mind di masyarakat, memiliki market share yang tinggi, dan memiliki pelanggan dengan tingkat loyalitas yang tinggi.

Kelemahan  :
Pelayanan operasional online Gramedia yang hanya terbatas pada hari Senin – Jumat, pukul 08.00 – 17.00 WIB saja. Sehingga pada malam hari dan weekend, situs onlineGramedia tersebut tidak beroperasi. Kondisi tersebut akan menyulitkan konsumen yang ingin melakukan transaksi pada malam hari atau pada hari Sabtu atau Minggu, misalnya seperti orang-orang yang sibuk dan tidak memiliki cukup waktu untuk bertransaksi pada jam kerja.

Peluang :
Dalam era globalisasi sekarang ini, internet telah menjadi bagian dari setiap kehidupan masyarakat, penggunaan internet secara positif mampu memberikan banyak manfaat kepada penggunanya. Banyak informasi yang didapat dari internet, bahkan internet juga telah dijadikan media bisnis seperti penjualan barang secara online, dan juga media pembelajaran. Hal tersebut yang kemudian menciptakan suatu produk yang disebut e-book atau electronic book, yaitu buku yang berupa soft copy dan umumnya berupa file PDF. 
E-book juga disebut paperless book, karena penggunaannya harus melalui media ekektronik seperti computerlaptop, atau notepad. Bisa dikatakan bahwa saat ini sudah banyak masyarakat yang menggunakan e-book sebagai bahan bacaan mereka. Gramedia Bookstore dalam situasi ini berpeluang untuk turut menyediakan e-book bagi konsumennya, hal tersebut akan menjadi hal baru bagi Gramedia Bookstore, sehingga tidak hanya menyediakan buku dalam bentuk hard copy, namun juga menyediakan e-book.

Ancaman :
Penjualan buku melalui media internet kini juga telah marak di masyarakat. Meskipun Gramedia Bookstore juga memiliki situs online, namun keberadaan situs penjualan buku online lainnya juga dapat menjadi ancaman bagi Gramedia Bookstore, seperti contohnya Amazon, Ebay, Kaskus, dll. Dalam hal ini Gramedia Bookstore harus memiliki cara tertentu agar konsumen lebih memilih untuk berbelanja di situs online Gramedia daripada situs lainnya, misalnya seperti prosedur pembelian dan pembayaran yang mudah.
Situs penjualan buku online yang telah disebutkan di atas tidak hanya menjual buku namun e-book, sedangkan untuk saat ini Gramedia Bookstore belum menyediakan produk berupa e-book. Tentu saja kondisi tersebut menjadi ancaman bagi Gramedia Bookstore. Pihak manajemen perlu menerapkan strategi yang baik dalam menyiasati setiap ancaman yang ada agar tidak timbul kerugian.

5.     Toko Bagus

Situs yang sedang gencar-gencarnya menayangkan iklannya di hampir semua stasiun televisi swasta ini semakin menambah lebar skala penggunanya. Meskipun sebetulnya sangat banyak toko-toko online yang serupa dengan toko bagus tapi tidak di
pungkiri juga sudah banyak sekali para pelaku pasar yang mencoba menjajakan barang dagangannya via online dengan memasang iklan di www.tokobagus.com.

Kelebihan :
a.   Toko bagus ini mudah diakses dalam hal mendaftar, menjual termasuk pasang iklan, ataupun membeli.
b.   Dapat diakses via hand phone juga.
c.   Mudah ditemukan di search engine umum, seperti Bing dan Google
d.   Tampilan dan toolbar mudah diakses untuk menentukan pilihan.
e.   Tampilan web juga rapi.

Kelemahan  :
a.    Pilihan bahasa pada web hanya bahasa Indonesia.         
b.    Tidak bisa mencangkup wilayah internasional.
c.    Dari para komentator/testimonial rawan terjadi kasus penipuan.


Peluang :
a.    Website menggunakan bahasa Indonesia.
b.    Mencangkup seluruh provinsi di Indonesia.
c.  Orang yang ingin menjual barang harus mendaftarkan diri menjadi member, sedangkan orang yang ingin membeli cukup dengan meng-klik gambar untuk mendapatkan informasi barang yang dijual.
d.   Dapat terhubung via facebook dan twitter.

Ancaman :
a.    Banayaknya pesaing baru penyedia iklan yang lain.seperti kaskus dan berniaga
b.    Ancaman dari hacker.